Pendidikan Islam dan Budaya Bahari: Membangun Karakter Religius Masyarakat Pesisir Kabupaten Indramayu

Authors

  • Suhendrik Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

DOI:

https://doi.org/10.31943/pedagogia.v6i1.269

Keywords:

Pendidikan Islam, Budaya Bahari, Karakter Religius, Masyarakat Pesisir

Abstract

Masyarakat pesisir memiliki karakter sosial dan budaya yang terbentuk melalui interaksi intensif dengan lingkungan laut. Dalam konteks Kabupaten Indramayu, budaya bahari tidak hanya berkaitan dengan aktivitas ekonomi semata, tetapi juga mengandung nilai-nilai sosial, moral, dan keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun antargenerasi. Pendidikan Islam memiliki posisi serta peran yang sangat strategis dalam menggali, menginternalisasi, dan mengembangkan nilai-nilai kearifan lokal tersebut agar menjadi bagian integral dari proses pembentukan karakter religius masyarakat. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pendidikan Islam dan budaya bahari dalam membangun karakter religius masyarakat pesisir Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) serta analisis kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa budaya bahari kaya akan nilai-nilai luhur seperti tawakal, syukur, kerja keras, tanggung jawab, solidaritas, gotong royong, keberanian, dan kepedulian lingkungan yang sangat relevan dengan prinsip pendidikan Islam. Integrasi nilai-nilai tersebut dapat memperkuat pembelajaran kontekstual serta pembentukan karakter religius yang tercermin secara nyata dalam praktik ibadah, perilaku sosial, etika kerja, dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

References

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Jakarta: Logos Wacana Ilmu.

Hidayat, M. N., & Rahman, A. (2023). Rekonstruksi Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Melalui Pendekatan Berpikir Historis di Madrasah Tsanawiyah. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 8(2), 115–128.

Lickona, Thomas. Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Memberikan Pendidikan tentang Sikap Hormat dan Bertanggung Jawab. Jakarta: Bumi Aksara, 2012.

Mulkhan, Abdul Munir. “Kearifan Lokal dalam Tradisi Tutur dan Serat: Sumber Rekonstruksi Karakter Religius Bangsa.” Indonesian Journal of Conservation 2, no. 1 (2013).

Munawaroh, S., & Hakim, L. (2025). Pergeseran Paradigma Pembelajaran SKI dari Rote Memorization Menuju Meaningful Learning di Madrasah. Tarbawi: Jurnal Keislaman dan Pendidikan, 11(1), 77–92.

Pratama, R. A., & Wibowo, H. (2023). Pengaruh Literasi Digital dan Media Pembelajaran Interaktif terhadap Pemahaman Konsep Sejarah Islam pada Peserta Didik Madrasah. Jurnal Inovasi Pembelajaran Agama Islam, 3(2), 134–149.

Purnani, S., dan F. Mulianingsih. “Implementasi Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di SMP Negeri 2 Jatinom Kabupaten Klaten.” Sosiolium: Jurnal Pembelajaran IPS 2, no. 1 (2020): 35–39.

Rahmawati, E., & Mustofa, S. (2024). Internalisasi Nilai-Nilai Ibrah dalam Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Pembentukan Karakter Siswa. Edureligia: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 89–102.

Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Republik Indonesia. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2014 tentang Kelautan.

Zulkarnain, Z., & Supriyanto, S. (2022). Problematika Pembelajaran SKI di Era Digital: Tantangan Metode Konvensional dan Solusi Pembelajaran Interaktif. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 13(1), 45–60.

Downloads

Published

2026-03-30

How to Cite

Suhendrik. (2026). Pendidikan Islam dan Budaya Bahari: Membangun Karakter Religius Masyarakat Pesisir Kabupaten Indramayu. Journal Islamic Pedagogia, 6(1), 89–94. https://doi.org/10.31943/pedagogia.v6i1.269