Urgensi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC): Analisis Pemenuhan Landasan, Prinsip, dan Kebutuhan Peserta Didik di Era 5.0
DOI:
https://doi.org/10.31943/pedagogia.v6i2.201Keywords:
Kurikulum Berbasis Cinta, Pengembangan Kurikulum, Pendidikan Karakter, Society 5.0, Pendidikan AfektifAbstract
Penelitian ini Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji signifikansi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) sebagai alternatif solutif terhadap krisis nilai-nilai kemanusiaan dalam penyelenggaraan pendidikan pada era Society 5.0. Fokus kajian diarahkan pada pemenuhan aspek-aspek fundamental pengembangan kurikulum serta relevansinya dengan karakteristik generasi muda saat ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan dan analisis konseptual terhadap beragam dokumen kebijakan, teori pendidikan, serta hasil-hasil penelitian terdahulu tentang implementasi KBC di lingkungan madrasah. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa KBC secara substansial memenuhi tiga landasan pokok dalam pengembangan kurikulum. Landasan filosofis terpenuhi melalui paradigma teologi cinta yang mengintegrasikan dimensi spiritual dan humanistik. Landasan psikologis terpenuhi melalui pengembangan kecerdasan emosional, kemampuan berempati, serta kesejahteraan mental peserta didik. Landasan sosiologis terpenuhi melalui respons terhadap tantangan global seperti intoleransi, perundungan, dan fenomena dehumanisasi. KBC juga menunjukkan keselarasan dengan prinsip-prinsip kurikulum modern di era digital, yaitu relevansi, fleksibilitas, kontinuitas, integrasi, dan efektivitas. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa KBC merupakan kebutuhan strategis dalam sistem pendidikan era 5.0 guna melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual namun juga memiliki kepribadian kuat, kepekaan sosial, dan kesadaran spiritual di tengah arus digitalisasi.
References
Arifin, Z. (2011). Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Aslan, & Arifudin, O. (2026). Analisis Dampak Kurikulum Cinta dalam Pendidikan Islam sebagai Pendidikan Transformatif yang Mengubah Perspektif dan Sikap Peserta Didik: Kajian Pustaka Teoritis dan Praktis. Jurnal Pendidikan Islam, 12(1), 83-94.
Cahaya, I., Asyhar, R., Asrial, & Syaiulf. (2025). Analisis Kritis Penerapan Pendidikan Karakter Siswa Terintegrasi Kurikulum Berbasis CINTA dalam Konteks Perkembangan Teknologi Abad 21. Jurnal Perspektif Pendidikan, 19(2). ISSN: 0216-9991 (Print), 2654-5004 (Online). DOI: https://doi.org/10.31540/jpp.v19i2.3818
Ferrari, R. (2020). Writing narrative style literature reviews. Medical Writing, 24(4), 230-235. DOI: https://doi.org/10.1179/2047480615Z.000000000329
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence: Why It Can Matter More Than IQ. New York: Bantam Books.
Hamalik, O. (2007). Manajemen Pengembangan Kurikulum. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hayatie, M., & Siswati, V. (2026). Kurikulum Berbasis Cinta di Sekolah Dasar: Implementasi Pendidikan Afektif untuk Membentuk Karakter Siswa. Pediaqu: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, 5(2), 1799-1818. P-ISSN: 2964-7142; E-ISSN: 2964-6499.
Idi, A. (2007). Pengembangan Kurikulum: Teori & Praktek. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6077 Tahun 2025 tentang Panduan Kurikulum Berbasis Cinta di Madrasah. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 9941 Tahun 2025 tentang Capaian Pembelajaran Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab pada Madrasah. Jakarta: Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kholidin, & Sunhaji. (2025). Eksplorasi Nilai-Nilai Kurikulum Berbasis Cinta sebagai Fondasi Pendidikan Karakter di Madrasah Ibtidaiyah. Jurnal Tawadhu, 9(2), 237-250. ISSN: 2597-7121 (cetak), 2580-8826 (online).
Latifah, Qodir, A., & Hamdanah. (2025). Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam di MIN 12 Banjar Kabupaten Banjar. Masca Journal, 1(3), 1-9.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.
Maslow, A. H. (1970). Motivation and Personality (2nd ed.). New York: Harper & Row.
Nasution, S. (2006). Asas-asas Kurikulum. Jakarta: Bumi Aksara.
Noddings, N. (2005). The Challenge to Care in Schools: An Alternative Approach to Education (2nd ed.). New York: Teachers College Press.
Ornstein, A. C., & Hunkins, F. P. (2013). Curriculum: Foundations, Principles, and Issues (6th ed.). Boston: Pearson.
Rogers, C. R. (1983). Freedom to Learn for the 80's. Columbus, OH: Charles E. Merrill Publishing Company.
Sari, R., Rozana, S., & Zainuri, A. (2025). Meaning Full Studi Keislaman Kurikulum Berbasis Cinta Pada Madrasah Ibtidaiyah. Al-Ilmiya: Jurnal Pendidikan Islam, 1(3), 694-699.
Shabrina, A. R., Siregar, S. P., & Saragi, D. (2025). Memahami Konsep Kurikulum Berbasis Cinta Dalam Pembelajaran Melalui Kajian Filsafat Pendidikan. Jurnal Review Pendidikan Dan Pengajaran, 8(3), 7769-7777.
Sukmadinata, N. S. (2005). Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Tim Penulis. (2025). Diary Petualangan Panca Cinta. Jakarta: Peacesantren Welas Asih, Gerakan Islam Cinta, dan PeaceGeneration Indonesia. (Diterbitkan untuk program Kurikulum Berbasis Cinta Kementerian Agama RI).
Zamzambela, S., & Krisnawati, N. M. (2023). Internalisasi Nilai-Nilai Humanisme Islam Dalam Pendidikan Moderasi Beragama Di Madrasah. Hikmah Journal of Islamic Studies, 19(2), 187. DOI: https://doi.org/10.47466/hikmah.v19i2.250
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Leo Kusuma, Marta Ito Daulay

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra



